I. Latar Belakang
Pada saat ini perkembangan teknologi di Indonesia semakin pesat. Apalagi saat ini telah banyak di terapkan dalam bidang Pendidikan. Sebab, teknologi di yakini dapat meningkatkan kualitas dan mutu dalam bidang Pendidikan. Selain itu, kehidupan manusia saat ini juga menjadi salah satu faktor pendorong perkembangan teknologi. Karena, manusia di zaman sekarang ini lebih menyukai hal-hal yang simple dan tidak perlu banyak waktu juga tidak perlu membuang tenaga dalam melakukan suatu hal. Pendidikan
telah
secara bertahap
diperluas, dan objek pendidikan telah perlahan-
lahan berubah menjadi staf sosial. Perubahan metode pengajaran dari papan
tulis menjadi
Online berkembang sangat pesat. Sebuah tutor Online yang membantu pembelajaran dari setiap kelas di setiap jam merupakan
sebuah kelanjutan
dari penggunaan teknologi dalam pengajaran. E-learning dan solusi online adalah apa
yang kita
perlukan di
lingkungan pendidikan.
Cloud Computing adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat
pengelolaan data dan aplikasi, di mana pengguna komputer diberikan hak
akses (login). Penerapan komputasi awan saat ini sudah dilakukan oleh
sejumlah perusahaan IT terkemuka di dunia. Sebut saja di antaranya
adalah Google (google drive) dan IBM (blue cord initiative), ada juga ICloud yang dikembangkan oleh Aple. Sedangkan
di Indonesia, salah satu perusahaan yang sudah menerapkan komputasi awan
adalah Telkom (Anggi, pusatteknologi.com).
Dengan adanya perkembangan teknologi serta layanan pada cloud computing,
sekolah maupun perguruan tinggi harus siap dan berani dalam memanfaatkan teknologi
ini. Secara nyata saat ini perkembangan teknologi komputasi sudah
semakin compact dan mobile (mobile phone, tablet, ultramobile),
dimana pengguna dapat memanfaatkan teknologi tersebut dimana saja dan
kapan saja. Perangkat mobile phone dan tablet saat ini sudah menjadi
bagian dari keseharian dari pada penggunanya, demikian pula dengan para siswa dan guru, maupun
mahasiswa dan dosen. Menurut Gartner pada situsnya (http://www.gartner.com/newsroom/id/2408515)
perkembangan perangkat mobile akan meningkat dibandingkan dengan
perangkat komputer (desktop pc dan notebook), hal ini terlihat dari
jumlah shipment yang dilakukan antara tahun 2012-2014. Perkembangan dari
penggunaan perangkat mobile akan juga dirasakan oleh perguruan tinggi
dimana para mahasiswa dan dosen akan banyak menggunakan perangkat ini
dalam menjalankan proses belajar mengajar.
Internet
adalah sumber daya dimana
kita dapat mengubah
Cloud Computing,
ia dapat memberikan software yang paling canggih serta bahan pendidikan,
sumber daya
hardware dan layanan bagi mahasiswa dan pendidik di sekolah bahkan kabupaten
paling miskin atau terpencil di suatu provinsi tanpa perlu memiliki kemampuan
IT secara mendalam.
Lembaga – lembaga pendidikan seperti sekolah mapun
kampus sudah tidak lagi membutuhkan media buku dalam proses belajar mengajar.
Para siswa/mahasiswa hanya tinggal mengunduh E-book tersebut melalui internet.
Dari sini para siswa/mahasiswa sudah tidak lagi harus lagi mengeluarkan dana
untuk membeli buku, mereka bisa langsung mengunduh materi yang tersedia di
E-book melalui internet. Dengan ini cloud computing sudah dapat meminimalkan
anggaran dana pengeluaran para pelajar yang memanfaatkan E-book.
II. Rumusan Masalah
- Definisi Cloud Computing
- Sejarah Cloud Computing
- Kelebihan dan Kekurangan Cloud Computing
- Jenis layanan yang di beri oleh Cloud Computing
- Pemanfaatan Cloud Computing Dalam Bidang Pendidikan
III. Batasan Masalah
Batasan masalah yang ditetapkan oleh Penulis adalah penerapan Cloud Computing dalam tingkat Pendidikan Jenjang SMA/SMK yang saat ini sebagai objek nya yaitu salah satu sekolah Swasta yang ada di kota Medan. Si Penulis di amanatkan untuk tidak menuliskan nama sekolah tersebut ke dalam artikel ini dengan tujuan yang telah disepakati. Pada saat ini, sekolah tersebut telah menerapkan sistem E-Learning kedalam metode pembelajarannya. Metode tersebut saat ini memang sedang trend di kalangan pendidikan. Karena, dapat memudahkan siswa dalam mencari dan membahas modul yang disampaikan oleh guru nya.
IV. Tujuan
1. Tujuan
dari penulisan artikel ini adalah menambah wawasan tentang penerapan Cloud Computing khususnya dalam tingkat sekolah menengah atas sebagai
sarana pendukung pembelajaran yang efektif.
2. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Sistem Operasi.
V. Manfaat
Manfaat yang dapat diberikan melalui artikel ini adalah :
1. Dapat menjadi sarana pembelajaran bagi siswa/i maupun mahasiswa lain.
2. Bagi masyarakat umum dapat menjadi penambah wawasan tentang pemanfaatan Cloud Computing ini di bidang pendidikan
1. Dapat menjadi sarana pembelajaran bagi siswa/i maupun mahasiswa lain.
2. Bagi masyarakat umum dapat menjadi penambah wawasan tentang pemanfaatan Cloud Computing ini di bidang pendidikan
3. Referensi untuk dapat dikembangkan kembali.
VI. Landasan Teritoris
Saat ini pengajaran di kelas telah berubah dan mahasiswa berorientasi
teknologi dan dengan perubahan yang terjadi di lingkungan ini menjadi
penting bagi perguruan tinggi untuk menggunakan teknologi terbaru dalam
proses belajar mengajar. Salah satu teknologi terkini yang banyak
digunakan adalah komputasi awan. Dengan melakukan berbagi layanan TI
dalam awan, institusi pendidikan dapat melakukan alih daya atas layanan
pendukung yang dimiliki dan lebih fokus dalam memberikan perangkat yang
bermanfaat bagi kesuksesan mahasiswa, dosen, fakultas dan staff (Yadav,
2014). Hal ini diperkuat juga dengan pernyataan bahwa pemakai layanan
adalah pengguna yang paling berharga. Mereka membutuhkan layanan yang
handal dan tepat waktu, dengan antarmuka yang mudah digunakan, mendukung
kolaborasi, informasi layanan yang mereka gunakan (Vouk, 2008).
VII. Pembahasan
Komputasi awan (cloud computing) adalah
teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat pengelolaan data dan
aplikasi, di mana pengguna komputer diberikan hak akses (login).
Penerapan komputasi awan saat ini sudah dilakukan oleh sejumlah
perusahaan IT terkemuka di dunia. Sebut saja di antaranya adalah Google
(google drive) dan IBM (blue cord initiative). Sedangkan di Indonesia,
salah satu perusahaan yang sudah menerapkan komputasi awan adalah Telkom
(Anggi, pusatteknologi.com).
Sumber: Greiner, 2014, robertgreiner.com
Ada 3 (tiga) model pengiriman (delivery)
dalam komputasi awan: (1) Software as a Service (SaaS), (2) Platform as a
Service (PaaS), dan (3) Infrastructure as a Service (IaaS). SaaS
merupakan layanan untuk menggunakan aplikasi yang telah disediakan –
penyedia layanan mengelola platform dan infrastruktur yang menjalankan
aplikasi tersebut. PaaS merupakan layanan untuk menggunakan platform
yang telah disediakan – pengembang fokus pada aplikasi yang dibuat tanpa
memikirkan tentang pemeliharaan platform. IaaS merupakan layanan untuk
menggunakan infrastruktur yang telah disediakan.
Sumber: 2016, mytechlogy.com
Ada 4 (empat) model penyebaran
(deployment) dalam komputasi awan: (1) public cloud, (2) private cloud,
(3) hybrid cloud, dan (4) community cloud. Public cloud penggunaannya
hampir sama dengan shared hosting, di mana dalam 1 (satu) server ada
banyak pengguna. Private cloud hanya ada 1 (satu) pengguna dalam server.
Hybrid cloud dapat digunakan untuk public atau private cloud. Sedangkan
community cloud dapat digunakan bersama-sama oleh beberapa perusahaan
yang memiliki kesamaan kepentingan (Ulum, 2015, blog.wowrack.co.id).
Model penyebaran komputasi awan kadang sering disebut sebagai cloud
storage.
Komputasi awan menjawab masalah dan
tantangan IT. Sebut saja di antaranya adalah masalah tingginya anggaran
investasi IT dan rencana pemulihan bencana (Disaster Recovery Plan, DRP)
sebagai bagian dari business continuity. Kedua masalah tersebut dapat
terjawab dengan baik oleh komputasi awan. Masalah lainnya, seperti
tingginya tuntutan kebutuhan perusahaan, dapat terjawab dengan baik oleh
komputasi awan dengan cara ketangkasan dalam pengembangan
(seagate.com).
Beberapa pertimbangan utama sebelum
beralih ke komputasi awan: (1) ketersediaan dan kecepatan internet, (2)
kontrak jaminan tingkat pelayanan (Service Level Agreement, SLA), (3)
komitmen/kesungguhan pelayanan penyedia jasa, (4) pengalaman penyedia
jasa (khususnya di bidang komputasi awan), (5) on demand self service,
(6) komputer server down, (7) keamanan dan privasi, (8) lokasi data dan
yurisdiksi/ketetapan hukum, (9) backup data dan DRP, dan (10) biaya yang
akan dikeluarkan.
Dengan adanya komputasi awan, jumlah
komputer beserta sejumlah perangkat infrastruktur yang melekat dapat
dihilangkan/dikurangi secara signifikan. Pergeseran tren perusahaan
dalam membeli serta memelihara server dan aplikasi on-premise yang
mahal, bergerak menuju ke bentuk metode penyewaan IT, sesuai dengan
kebutuhan (cloudindonesia.com).
IT bukan merupakan pemberi kontribusi
terbesar dalam pertambahan panas di Bumi. Tapi dengan menerapkan Green
IT, salah satunya menerapkan komputasi awan, maka akan memberikan
kontribusi positif dalam rangka mengurangi dampak negatif dari pemanasan
global. Aktivitas cetak-mencetak kertas dapat dihindari. Komputasi awan
mendukung Green IT, khususnya dalam hal efisiensi energi (karena
penghilangan komputer beserta perangkatnya) dan paperless.
Sejarah Perkembangan Cloud Computing
Cloud computing sendiri sebenarnya merupakan hasil dari evolusi yang
berlangsung secara bertahap. Sebelum cloud computing mulai booming
seperti sekarang ini, terlebih dahulu terjadi beberapa fenomena seperti
virtualisasi, grid computing, ASP / application service provision dan
juga Software as a service atau yang lebih dikenal pula dengan sebutan
SaaS. Sebenarnya, pada tahun 60 an pun sudah mulai muncul konsep yang
menyatukan beberapa sumber computing dengan menggunakan jaringan yang
bersifat global.
Pada saat itu, sistem seperti ini disebut dengan “Intergalactic
Computer Network”. Sistem ini diciptakan oleh J.C.R. Licklider yang
kemudian menjadi penanggung jawab atas pembangunan Advanced Research
Projects Agency Network (ARPANET) tepatnya pada tahun 1969. Licklider
memiliki sebuah cita-cita dimana ia ingin setiap orang di dunia ini
mampu terhubung satu sama lain dan mampu mengakses data serta program
dari berbagai sistus dan dari berbagai tempat.
Penambahan Konsep Oleh Para Pakar
Berdasarkan dari dasar pendapat Liclider inilah kemudian perkembangan
cloud computing mulai berlanjut. Beberapa ahli atau pakar kemudian
memberikan tambahan mengenai konsep Licklider. Salah satunya adalah John
McCarthy. John kemudian memberikan gagasan mengenai sebuah jaringan
computing yang kemudian akan menjadi infrastuktur untuk public.
Sejak saat itulah kemudian cloud computing atau sistem komputasi awan
ini mulai berkembang dan berjalan secara seiringan dengan perkembangan
web dan juga internet. Namun, pada tahun 1990an terjadi perubahan
bandwidth yang bisa dikatakan cukup besar sehingga membuat internet
menjadi lebih dahulu berkembang dibandingkan dengan perkembangan Cloud
Computing. Seiring berjalannya waktu, kini mulai terlihat bahwa jaringan
internet lah yang seakan menjadi pendorong utama sistem cloud
computing.
Batu Loncatan pada Tahun 1999
Pada tahun 1999, storage.salesforce.com seakan menjadi batu loncatan
yang sangat berarti bagi sejarah perkembangan cloud computing. Mengapa?
Karena situs tersebut merupakan pencetus yang pertama untuk aplikasi
perusahaan yang dijalankan dengan Internet. Yang kemudian perkembangan
cloud computing disusul dengan web Amazon pada tahun 2006 yang
menggunakan teknologi Elastic Compute Cloud.
Teknologi ini memungkinkan terdapatnya situs layanan web yang bisa
dikomersialkan dan juga memungkinkan beberapa perusahaan kecil atau
besar dan juga individu untuk dapat menyewa computer atau juga server
yang kemudian dapat difungsikan untuk memnjalankan setiap aplikasi yang
mereka miliki. Batu loncatan besar lainnya datang pada tahun 2009. Pada
saat itu, Google dan perusahaan besar lainnya mulai menawarkan aplikasi
dengan browser sebagai dasarnya. Sebut saja seperti Google apps.
Pada dasarnya, cloud computing bisa sangat cepat menyebar dan menjadi
sangat disukai karena adanya layanan yang mudah untuk dikonsumsi
sehingga banyak orang yang menerimanya dan akan memberikan efek
penerimaan yang luas. Selain itu, ada beberapa faktor lain pula yang
mempengaruhi cepatnya sejarah perkembangan cloud computing
seperti matangnya teknologi visual, perangkat lunak yang bersifat
universal, serta perkembangan bandwidth dengan kecepatan tinggi.
A. Kelebihan Cloud Computing
- Murah
Penggunaan cloud computing sangat hemat biaya untuk alokasi perangkat keras. Cloud computing juga tidak memerlukan maintenance dan mengurangi pemakaian listrik.
- Mudah Di Akses dimana saja
Karena data kita tersimpan di dalam server di internet maka mudah bagi pengguna untuk mengakses data dimanapun dan kapanpun asal terhubung dengan internet.
- Fleksibilitas
Ketika data yang kita punya terlalu besar maka ia otomatis menambah kapasitas hanya dalam hitungan menit dengan melakukan self-provisioning. Sehingga tidak perlu melakukan penambahan jumlah komputer.
- Memberikan manfaat yang besar bagi perusahaan , diantaranya
Reduce Cost, Flexibility, Improved Automation, Sustainbility dan focus
on Core Competency.
- Ramah lingkungan
Cloud computing termasuk teknologi yang ramah lingkungan karena ia tidak memerlukan banyak perangkat keras dan tentunya semakin meminimalisir penggunaan listrik yang tentunya memberikan pengaruh sehingga tidak ramah pada lingkungan.
- Aspek sosial
Cloud computing sangat berpengaruh pada hubungan sosial dimana seseorang bisa berkomunikasi dengan orang lain dari berbagai belahan dunia.
- Aspek Politik
Penggunaan cloud computing memudahkan kinerja pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
- Aspek Ekonomi
Penggunaan cloud computing dapat mempermudah dalam proses transaksi bisnis.
B. Kekurangan Cloud Computing
- Tidak bisa dijalankan tanpa koneksi internet, itu artinya ketika akan mengakses data maka kita harus berada di daerah yang terjangkau jaringan internet. jika tidak ada jaringan internet maka tidak bisa mengakses data.
- Kurang aman terhadap privasi data pengguna, karena di hosting secara bersamaan sehingga sangat mudah diretas oleh hacker.
- Ketika data terhapus, maka kecil kemungkinan untuk memulihkan data.
- Kepatuhanya kepada provider masih diragukan.
- Kemampuan kebijakan keamanan pada provider masih diragukan dan tidak terjamin
- Jarangnya diadakan pelatihan dan audit IT sehingga masih banyak yang gagap akan teknologi ini.
- Data antar pelanggan sangat rapat sehingga memungkinkan terjadinya data yang tertukar.
Pelayanan Cloud Computing
Ada tiga jenis/ tingkatan pada layanan berbasis cloud, yaitu Saas (Software as a Service), IaaS (Infrastructure as a Service) dan PaaS (Platform as a Service). Seperti apa perbedaan antara ketiganya? Mari simak penjelasan berikut.
SaaS (Software as a Service)
Sesuai namanya, layanan cloud computing jenis ini disediakan dalam bentuk software atau
perangkat lunak. Contohnya adalah Google Docs dan Spreadsheet serta
Adobe Creative Cloud. Pada praktiknya, Anda hanya menggunakan
aplikasi-aplikasi tersebut tanpa perlu mengerti dimana (secara fisik)
data disimpan atau bagaimana aplikasi dikelola. Hal-hal tersebut sudah
termasuk dalam layanan yang diberikan oleh penyedia Software as a Service.
Melalui SaaS, Anda dapat mengakses software (aplikasi) dengan mudah tanpa perlu menediakan storage
perangkat Anda khusus untuk menyimpan aplikasi tersebut. Penyedia
layanan juga akan menjamin ketersediaan dan reliabilitas aplikasi
miliknya. Dengan begitu, Anda bisa fokus dalam memaksimalkan penggunaan
aplikasi tersebut.
PaaS (Platform as a Service)
Layanan cloud jenis ini hadir dalam bentuk platform yang
dapat Anda gunakan untuk membuat aplikasi. Jika dianalogikan, PaaS
memungkinkan Anda untuk menyewa “rumah” dan berbagai “lingkungan”-nya (network, database engine, sistem operasi, framework aplikasi,
dan sebagainya) untuk membantu berjalannya aplikasi yang Anda buat.
Sebagai penyewa, Anda tak perlu memikirkan pemeliharaan rumah tersebut
karena penyedia layanan Platform as a Service -lah yang akan melakukannya, sehingga Anda dapat fokus mengembangkan aplikasi yang Anda buat di “rumah” tersebut.
Contoh penyedia PaaS ini adalah IBM Bluemix. Pada layanan tersebut,
Anda dapat membuat aplikasi sendiri dengan berbagai fitur yang telah
tersedia. Idealnya, fitur utama dari PaaS adalah skalabilitas yang
tinggi. Jadi, semakin banyak pengguna aplikasi Anda, penyedia PaaS akan
secara otomatis membantu aplikasi Anda untuk dapat melayani jumlah
pengguna tersebut.
IaaS (Infrastructure as a Service)
Pada IaaS, penyedia layanan akan memberikan sumber daya infrastruktur komputasi (cloud computing) yang lengkap, mulai dari server, jaringan, storage, hingga ruang data center.
Sederhananya, ketika menggunakan IaaS, Anda sebenarnya sedang menyewa
komputer virtual yang masih kosong. Setelah disewa, Anda bisa
menambahkan komponen komputasi seperti CPU, RAM, Storage, Public IP, dll untuk membangun komputer virtual yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Dengan menggunakan layanan IaaS, Anda tak perlu membeli perangkat
komputer fisik dan juga memikirkan pengelolaannya. Kabar baiknya lagi,
IaaS memungkinkan Anda untuk melakukan konfigurasi komputer virtual
tersebut secara mudah, cepat dan praktis. Misalnya, jika komputer
virtual menampung data lebih dari kapasitas yang tersedia, Anda bisa
menambahkan RAM atau storage dengan cepat.
Dengan adanya perkembangan teknologi serta layanan pada cloud computing,
perguruan tinggi harus siap dan berani dalam memanfaatkan teknologi
ini. Secara nyata saat ini perkembangan teknologi komputasi sudah
semakin compact dan mobile (mobile phone, tablet, ultramobile),
dimana pengguna dapat memanfaatkan teknologi tersebut dimana saja dan
kapan saja. Perangkat mobile phone dan tablet saat ini sudah menjadi
bagian dari keseharian dari pada penggunanya, demikian pula dengan para
mahasiswa dan dosen. Menurut Gartner pada situsnya (http://www.gartner.com/newsroom/id/2408515)
perkembangan perangkat mobile akan meningkat dibandingkan dengan
perangkat komputer (desktop pc dan notebook), hal ini terlihat dari
jumlah shipment yang dilakukan antara tahun 2012-2014. Perkembangan dari
pengunaan perangkat mobile akan juga dirasakan oleh perguruan tinggi
dimana para mahasiswa dan dosen akan banyak menggunakan perangkat ini
dalam menjalankan proses belajar mengajar.
Cloud computing telah banyak diadopsi
oleh berbagai sektor industri termasuk dalam sektor pendidikan. Menurut
Rao & Challa (2013) cloud computing dapat menjadi
alternatif yang penting untuk lingkungan pendidikan saat ini. Keuntungan
yang didapatkan dari teknologi terbaru saat ini dapat membantu
penyelesaian tantangan – tantangan yang umum terjadi.
- Universitas dapat membuka infrastruktur teknologi kepada bisnis dan industri untuk kemajuan penelitian.
- Efisiensi dari cloud computing dapat membantu universitas dalam mengimbangi pertumbuhan kebutuhan sumber daya dan biaya pada sumber energy.Keuntungan lain dari cloud computing memungkinkan institusi untuk mendidik siswa dengan cara yang berbeda dan membantu mereka dalam mengelola proyek dan beban kerja yang besar.
- Ketika siswa masuk ke dalam tuntutan kerja yang besar, mereka akan lebih memahami nilai dari teknologi
- Cloud computing melepaskan institusi dari manajemen data, memastikan bahwa pengguna selalu memiliki dokumen terbaru dan mengurangi biaya.
- Cloud computing menawarkan perangkat online dan menyediakan layanan komunikasi yang aman serta kemampuan kolaborasi.
- Cloud computing memungkinkan guru dan siswa untuk mengakses, menyebarkan, dan mempublikasikan dokumen, kalender kelas atau halaman web
Rao & Challa (2013) juga mengidentifikasi ada tiga dampak utama yang menjadi faktor pada sistem pendidikan :
- Biaya yang rendah dan teknologi yang gratis
Saat ini telah banyak pertumbuhan untuk teknologi yang berbiaya rendah untuk interaksi sosial, publikasi, editing, kreasi konten, dan sebagainya. Banyak teknologi yang sebelumnya berharga mahal atau tidak tersedia, saat ini dapat diakses oleh siapa saja di web browser. Website, blog, web berbagi video, web berbagi music, media social menggunakan cloud computing. - Pertumbuhan Konten
Jumlah pertumbuhan konten berada pada kisaran eksponensial, tersedia pada semua orang, dan semua orang dapat berkontribusi. - Kolaborasi
Teknologi saat ini berkembang dengan sangat cepat dalam komunikasi dan kolaborasi. Teknologi baru saat ini membuat interaksi dan kolaborasi dapat dilakukan melalui web, diantara siswa di kelas yang sama ataupun di tempat lain diseluruh dunia. Tim yang dinamis dan kolaborasi yang interaktif adalah kemampuan utama dari cloud computing.
VIII. Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan
Cloud Computing merupakan salah satu implementasi teknologi yang bertujuan mempermudah pelayanan pengelolaan sumber daya, juga sebagai pemecah masalah komputasi.
Saran
Dalam penerapan Cloud Computing yang semakin memudahkan proses belajar mengajar dalam
lingkungan sekolah, tidak menutup kemungkinan akan hal negatif lainnya
yang muncul, seperti penggunakan gadget yang tidak semestinya, yang
seharusnya ditujukan untuk belajar mengajar. Dalam hal ini orang tua dan
guru perlu menanam kan rasa tanggung jawab kepada siswa, dan rasa
disiplin untuk menanggulangi hal seperti itu.
IX. Daftar Pustaka
http://blog.lintasarta.net/article/industry-solutions/sejarah-perkembangan-cloud-computing/
https://docplayer.info/54775366-Penerapan-cloud-computing-sebagai-sarana-pembelajaran-siswa.html
https://sis.binus.ac.id/2017/08/29/pemanfaatan-cloud-computing-dalam-pendidikan/
https://sis.binus.ac.id/2016/12/16/cloud-computing/
http://binus.ac.id/malang/2017/09/pemanfaatan-cloud-computing-dalam-dunia-pendidikan-bagian-2/
https://garudacyber.co.id/artikel/875-kelebihan-dan-kekurangan-cloud-computing/
http://blog.lintasarta.net/article/jenis-layanan-cloud-computing/
https://docplayer.info/54775366-Penerapan-cloud-computing-sebagai-sarana-pembelajaran-siswa.html
https://sis.binus.ac.id/2017/08/29/pemanfaatan-cloud-computing-dalam-pendidikan/
https://sis.binus.ac.id/2016/12/16/cloud-computing/
http://binus.ac.id/malang/2017/09/pemanfaatan-cloud-computing-dalam-dunia-pendidikan-bagian-2/
https://garudacyber.co.id/artikel/875-kelebihan-dan-kekurangan-cloud-computing/
http://blog.lintasarta.net/article/jenis-layanan-cloud-computing/
